oleh

Bocah Berumur 4 Tahun Tewas Di Tangn Ayah Kandung Nya

MAKASSAR | LINTASLIMA.COM — Entah apa yang di pikirkan Hasan Basri (29)‎, warga Timbuseng, Kec Patallassang, Kabupaten Gowa, hingga tega menganiaya anaknya bernama Abdul Hafid (4), sampai tewas. Tersangka berkelit anaknya meninggal karena terjatuh dari motornya saat pelaku membonceng korban tiba-tiba mendadak ngerem motornya.

Meskipun begitu, petugas kepolisian tidak langsun percaya begitu saja dengan kesaksian ayah korban karena itu untuk mengungkap penyebab kematian bocah Abdull Hafid, maka pihak kepolisian Polres Gowa melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan terkuak jika bocah Abdul Hafid meninggal bukanlah akibat terjatuh dari motor saat dibonceng oleh ayahnya. Namun bocah ini meninggal akibat dianiaya dengan cara digigit pipinya serta dicubit.

‎Dari informasi yang di dapatkan Polres Gowa, maka pihak Polres Gowa langsung bergerak ke Rumah Sakit Syeck Yusuf, selanjutnya mengamankan ayah korban yakni Hasan Basri setelah melihat luka lebam disekujur tubuh korban yang diduga bukan luka karena jatuh melainkan dari hasil otopsi terdapat luka disekujur tubuh korban adanya bekas gigitan dan cubitan

Hasan Basri selanjutnya digelandang ke Mapolres Gowa untuk menjalani pemeriksaan. Dari hasil introgasi jika Basri mengakui dirinya menganiaya korban mengakibatkan korban menggal dunia.Ia menganiaya korban dengan cara menggit pipi dan mencubit korban lantaran korban mengencinginya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas), Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, Minggu (6/5/2018), mengaku telah mendapat informasi tersebut dari Polres Gowa. Informasi tersebut kata Dicky terjadi pada hari Sabtu sore (5/5/2018), sekira pukul 15.30 Wita. Disebutkan bahwa seorang bocah tewas dianiaya oleh ayahnya sendiri.

‎Terungkapnya kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh ayahnya sendiri kata Dicky ketika petugas kepolisian Polres Gowa melakukan penyelidikan atas kematian korban dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), selanjutnya korban dilakukan otopsi, cek urine terhadap pelaku dan dilakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku.

“Dari hasil penyelidikan ini hingga akhirnya petugas kepolisian berhasil mengungkap kematian korban yang tewas akibat dianiaya oleh ayahnya sendiri hanya gegara ‎dikencingi lalu menganiaya korban dengan cara mengigit pipi korban dan mencubitnya, sebelumnya pelaku berkelit jika korban meninggal dunia akibat terjatuh dari motor saat dirinya membonceng korban tiba-tiba korban terjatuh dengan posisi kepala dibawah,” jelas Dicky.

Hasan Basri melihat anaknya (korban),dalam kondisi kritis lanjut Dicky. Ia kemudian membawa korban kerumah keluarganya yang merupakan tante korban bernama Rahmadani (35), setiba disini tante korban pun terkejut. Ia lalu bertanya ke ayah korban dengan nada, “Kenapa bisa lebam kodong wajahnya dan suhu badannya panas,?” tanya Rahmadani ditirukan Dicky.

Korban selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Pattallasang. Namun pihak Puskesmas mengarahkan keluarga korban untuk segera membawa korban ke Rumah Sakit Syech Yusuf‎. Namun sayang korban yang tiba dirumah sakit, dokter yang menjaga mengatakan jika korban sudah meninggal dunia sekitar 45 menit sebelum tiba di rumah sakit.‎

“Jadi usai pelaku membawa anaknya Jalan-jalan ke pantai losari dengan mengendarai motor, saat di perjalanan tepatnya di Jalan Tun Andul Razak depan Masjid Cheng Ho, pelaku mendadak ngerem motornya mengakibatkan korban terjatuh dengan posisi kepala korban dibawah. Ini alasan pelaku. Namun petugas kepolisian melakukan penyelidikan terkuak jika korban meninggal bukan karena terjatuh dari motor, melainkan korban meninggal karena dianiaya oleh pelaku sendiri, dan ini di akui pelaku,” tandas Dicky (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed