oleh

Harapan KBPP Soal Bandar Narkoba Yang Tertangkap Di Perbatasan

Makassar / LINTASLIMA.COM – Giliran KBPP Polri Resort Pinrang angkat bicara atas tertangkapnya terduga bandar narkoba yang sempat kejar-kejaran selama dua tahun lebih dalam persembunyiannya di Indonesia Malaysia dan Philipina yang berakhir di Sungai Nyamuk perbatasan Malaysia.Pasalnya Syamsul Risal yang lebih populer di panggil La Kijang terduga bandar ini dalam operasional peredaran narkoba jenis sabu-sabu di wilayah Ajatappareng dan Sulbar, sudah menjadi rahasia umum banyak melibatkan oknum polisi, seperti yang diungkapkan AKBP Adri Irniadi saat menjabat Kapolres Pinrang, detik detik penyerahan jabatannya kepada AKBP Leo , dari Polres Enrekang.” KBPP Pinrang , apresiasi kepada tim Polda pilihan Sulsel atas keberhasilan ini dan sekaligus menjawab bila Polri kita serius membongkar jaringan narkoba tanpa pandang bulu ,” kata Sekum KBPP Polri Resort Pinrang, Ir.Ruslan , kepada Join News Network (JNN) lewat WhatsApp, Senin (4/6/2018) .Ruslan menambahkan, La Kijang , yang sempat berlanlang buana , di Indonesia, Malaysia dan Philipina, setelah jadi buronan selama dua tahun lebih, tidak menutup kemungkinan ada oknum di belakang DPO ini. ” Sehingga Polda harus mengembalikan citra Institusi Polri dari animo anggapan masyarakat bila ada oknum yang memback-up banda di Pinrang selama ini, ” tamba Ruslan.Bahkan sumber di Polres mengakui, seandainya ada keseriusan Polres Pinrang menangkap tidak perlu jauh-jauh sampai ke Sungai Nyamuk Kalimantan Utara. ” Sebelum tertangkap, DPO sering ada di Pinrang, bahkan juga sempat mengobati tangannya di Pinrang dan Makassar. Tapi, karena bekingnya kuat dia (La Kijang) bebas lalu lalang, ” kata oknum di Polrea Pinrang ini.Iya malah memberi contoh saat ada penangkalan besar besaran penjudi ayam di Sidrap. Puluhan tersangka yang di gelandang hingga ke Polda, diantaranya ada Syamsul Risal alias La Kijang , tetap bebas meski saat itu sudah status DPO. ” Inilah kehebatan sosok bandar narkoba ini ,” tambah oknum polisi Pinrang, yang kasihan melihat sejumlah rekannya bisa ikut ikutan jadi kurir narkoba.Keterlibatan dua oknum polisi (kurir) Brigadir Supardi (Sidrap) dan Edy Chandra (Mamasa) telah di jatuhi hukuman tingkat kasasi masing-masing 18 tahun penjara dan keduanya dipecat tidak dengan hormat dari Kepolisian. ” Dua korban dari oknum kepolisian ini adalah jaringan bandar narkoba DPO Syamsul Risal alias Kijang, ” kata Sumber dari Lembaga Bantuan Hukum Nusantara Mengabdi yang menangani dua kasus oknum polisi dan juga mengharapkan pengusutan bandar narkoba ini dituntaskan hingga ke akar-akarnya sebelum banyak mengorbankan aparat.Tentang Aset.Sekum KBPP Polri Pinrang, Ir.Ruslan juga meminta, agar proses terhadap bandar narkoba ini (La Kijang) aset berupa tiga truk (baru) dan sejumlah perumahan depan kantor Polres Pinrang, yang diduga dari hasil narkoba dan hampir setahun di amankan di polres dan tercatat dalam BAP La Kijang, tetap di amankan agar publik lebih yakin kerja Polri dalam menuntaskan peredaran narkoba terusus di Pinrang.Hanya di sayangkan, Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dikcy Sondani, yang sering di hubungi JNN baik lewat pesan singkat, telepon dan whatsApp , belum ada jawaban konfirmasi JNN prihal apakah DPO Syamsul Risal alias Kijang, proses tetap di Polres Pinrang atau ditangani Polda , mengingat adanya sejumlah aparat di belakang terduga bandar narkoba ini hinggabebas berkeliaran meski dalam status DPO (JNN/NAS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed