oleh

Keren…. Malam 1 Muharram di meriahkan dengan Festival 1000 Obor

Jateng – Lintaslima.com — Dinginnya malam yang bersuhu 10 derajat tak menyurutkan Nyali warga untuk merayakan malam 1 Muharam dengan menggelar Festival 1000 Obor.

Obor yang menyala bak rentangan unggun api sepanjang 5 kilometer di jalan desa, dan membentuk tulisan “Sigemplong Batang” di hamparan kebun kentang milik warga, mala mini adalah arak-arakan yang dilakukan oleh warga di Lereng Gunung Perahu.

Alhasil dengan ribuan obor yang diarak ke puncak ketinggian 2.000 mdpl di Gunung Perahu, Dukuh Sigemplong, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang cukup untuk menghangatkan badan. Pawai obor ini, walaupun kali pertama dilakukan, ternyata mampu membuat malam 1 Suro, Sabtu (8/9/2018) membawa khidmat tersendiri.

Selain memperingati Tahun baru Islam, maksud pawai obor ini juga untuk mengenang masa lalu, sebelum infrastruktur jalan menjadi cukup bagus seperti sekarang ini. Saat itu, tiap pagi buta, sekira pukul 02.00 WIB, para petani sayur beramai-ramai membawa obor dengan menggendong sayuran untuk dijual ke Pasar Bawang.

Di lansir dari KOMPOS.NET Bupati Batang Wihaji yang hadir dalam perayaan tersebut mengatakan, kegiatan festival obor sangat luar biasa dan akan menjadi daya pikat pengunjung wisata, selain pesona alam yang kita jual.

“Festival ini akan menjadi kompetitor Festival Dieng Culture karena sama-sama menarik yang berada di Pegunungam Dieng dengan kearifan lokal yang sama, tetapi kemasannya beda,” tutur Wihaji.

Menurutnya, festival obor akan dikemas lebih bagus, lanjutnya. Di tahun pertama ini menjadi evaluasi bersama untuk memperbaiki segala kekurangannya di masa mendatang.

“Festival obor Sigemplong akan kita masukkan dalam kalender wisata Pemkab Batang karena melihat potensi wisata alamnya. Kita di sini serasa di negeri atas awan karena awan berada di bawah kita,” ucap Wihaji takjub.

Sementara Ketua Festival Obor Sumadi mengatakan, kegiatan ini mendukung inisiatif pemuda Dukuh Sigemplong. Hal ini untuk mengenang tradisi masyarakat setiap dini hari sudah melakukan aktivitasnya. Warga berduyun-duyun membawa obor sebagai alat penerang, dan menggendong sayur untuk dijual ke Pasar Bawang dengan berjalan kaki. Jarak tempuh 9 kilometer dengan medan naik turun gunung.

“Ini merupakan inisiatif pemuda Desa Pranten guna mendukung program ‘Visit to Batang 2022’. Desa kami juga memiliki wisata bagus, seperti Curug Lawe air panas dan agrowista pertanian sayur,” kata Sumadi.

Dijelaskan bahwa pawai obor melibatkan 500 warga, yang setiap warga minimal membuat dua obor sehingga kalau kita hitung mencapai 1.000 lebih obor. (Edo/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed