Terkait Statemen Sekertaris LMND Kota Makassar, Ketua Brigade Muslim Indonesia Angkat Bicara

0
303

Makassar – Lintaslima.com Maraknya razia buku buku kiri di Indonesia akhir – akhir ini menuai kritik dari Sekertaris LMND kota Makassar, seperti kejadian di toko buku (gramedia) Trans Studio Mall pada tanggal 03 Agustus 2019 kemarin yang dilakukan oleh sekelompok ORMAS dinilai tak mempunyai dasar apapun.

Untuk itu, Muh. Ikra selaku Sekretaris Eksekutif LMND kota Makassar mengecam aksi razia buku yang di lakukan oleh sekolompok Ormas tersebut.” Senin (05/08/19).

Menanggapi statemen skretaris LMND kota Makassar, Zulkifli selaku Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) mengatakan melalui via whatsaapnya, Senin (05/08/19) malam.

“Saya berharap teman – teman di LMND itu mau berpikir cerdas, sehingga mampu membedakan arti kata razia dengan silaturahmi dan himbauan. Ucapnya.

Lanjut kata Zulkifli, razia itu bisa berarti penangkapan secara besar besaran dan buktinya kami tidak melakukan penangkapan, razia juga bisa berarti pemeriksaan secara serentak dimana tujuan pemeriksaan itu untuk menyita barang bukti, sementara kami tidak melakukan penyitaan.

Harusnya teman teman LMND ini datang klarifikasi ke pihak Gramedia atau bertemu dengan pihak BMI baru bicara di media, Jadi mereka perlu tau bahwa kami ini dalam melakukan giat selalu dilakukan dengan cara persuasif, bahkan kami ini selalu berusaha berkomunikasi dengan aparat penegak hukum, supaya teman teman tidak lepas kontrol dan selalu berada di koridor hukum.

Jadi kami tegaskan bahwa kami ini hanya datang silaturahmi ke gramedia untuk memberi pemahanan soal bahaya penyebaran paham Marxisme, Lenimisme dan komunis, karena salah satu cara penyebaran paham itu bisa saja melalui penjualan buku.

Dan terbukti, di situ ada buku buku yang membahas soal Marxisme dan Lenimisme. Makanya saya berkoordinasi dengan pihak Gramedia soal buku itu untuk memberi pemahanan soal bahaya penyebaran paham paham Marxisme dan Lenimisme.

Setelah dialog dengan pihak gramedia akhirnya merekapun berkata ke kami akan menarik buku itu untuk di kembalikan ke Jakarta, Jadi saya tegaskan lagi, tidak ada yang namanya razia apalagi menyita.” Tutup Zulkifli

(WISNU)

Tinggalkan Balasan