oleh

Polres Jeneponto Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan Oleh Tiga Oknum Guru Terhadap Siswa

Jeneponto – Lintaslima.com Peristiwa Penyerangan terjadi terhadap Siswa SMK Negeri 6 Jeneponto di Pokobulo Kec. Bontoramba Kab. Jeneponto, Jumat 31 Januari 2020 sekitar Pukul 11.00 wita.

Menurut Kasub. Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul, SH mengungkapka bahwa peristiwa kekerasan terhadap anak kembali terjadi yang diduga dilakukan oleh oknum Guru berinisial M, Z dan ASF terhadap korban ALHIDAYAT BIN ASRI SEWANG (17) yang tidak lain adalah siswa SMK 6 Jeneponto, yang terjadi pada hari Jumat 31 Desember 2020, sekitar pukul 11.00 WITA bertempat di MA Muhammadiyah Pokobulo Desa Bangkalaloe Kec. Bontoramba Kab. Jeneponto.

Lanjutnya, Dengan fakta-fakta sementara dan langkah-langkah hukum yang telah dilakukan sebagai berikut Berdasarkan keterangan saksi korban dan terlapor bahwa penganiayaan tersebut dilakukan oleh tiga oknum guru dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut dilakukan dengan jeda waktu yang berbeda serta peranan dan tata cara melakukan penganiayaan juga berbeda.

Adapun motif dan kronologis terjadinya penganiayaan adalah bahwa korban bersama teman-temannya melakukan penyerangan terhadap sekolah dengan cara masuk ke dalam lingkungan sekolah dan melakukan pengejaran disertai pelemparan terhadap RISWAN sehingga mengenai (ruang laboratorium) dan pada saat Lel, RISWAN berada di depan pintu Laboratorium MA Muhammadiyah kemudian dianiaya oleh sekelompok pelajar yang menyerangnya.

Selanjutnya, oknum guru-guru yang kebetulan berada di dalam ruang laboratorium emosi kemudian keluar dan melakukan pengejaran balik terhadap sekelompok anak-anak tersebut dan yang berhasil diamankan adalah Korban ALHIDAYAT BIN ASRI SEWANG (17) yang pada saat berlari bajunya di pegang oleh oknum guru berinisial M sehingga baju korban robek.

Oknum Guru M mengamankan korban sambil membawa masuk ke dalam ruang laboratorium dengan memukul dibagian kepala, selanjutnya oknum guru Z datang kemudian menampar kepala korban sebanyak 1 (satu) kali, disusul dengan tamparan di kepala sebanyak 1 (satu) kali oleh Guru ASF.

Setelah sampai di dalam ruang Laboratorium oknum Guru M kemudian memukul lagi korban di pelipis sebelah kanan dan berdasarkan keterangan korban bahwa oknum Guru M mengancam dengan menggunakan 1 buah pisau cutter (masih keterangan sepihak) sedangkan keterangan ketiga guru tersebut tidak membenarkan adanya perbuatan yang dilakukan oleh oknum guru-guru terhadap korban dengan cara mengancam menggunakan pisau cutter

Terkait peristiwa tersebut, kemudian piket Reskrim Unit TIPIDUM mempertemukan kedua belah pihak dihadiri oleh Korban, Ketiga oknum guru (terlapor), Kepala Sekolah MA Muhammadiyah Pokobulo dan orang tua korban akan tetapi mediasi yang dilakukan tidak menghasilkan kesepakatan. Selanjutnya korban bersama keluarganya melaporkan perkara tersebut ke SPKT Polres Jeneponto dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/41/I/RES.1.6./2020/Sulsel/Res. Jeneponto, tanggal 31 Januari 2020 untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut dan untuk sementara pihak penyidik masih mengumupulkan bukti-bukti dan akan melakukan pemeriksaan saksi untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. ” Ungkap AKP Syahrul, SH.

( Sapar ).*

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed