oleh

Pulang Dari Acara Ta’zia, Warga Desa Pencong Alami Penganiayaan Hingga Bagian Bibir Robek

Jeneponto – Lintaslima.com Tindak Pidana penganiayaan telah terjadi di Pokobulo Desa Bangkala Loe Kec. Bontoramba Kab. Jeneponto, Rabu 01 April 2020, sekitar pukul 21.30 wita.

Kasub. Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul menuturkan tindak Pidana Penganiayaan yang terjadi di Pokobulo Desa Bangkala Loe Kec. Bontoramba Kab. Jeneponto mengakibatkan Korban mengalami luka robek di bagian bibir.

Dalam kronologis kejadian, AKP Syahrul juga menuturkan awal mula terjadinya tindak Pidana Penganiayaan terhadap Korban bernama Kamiruddin Bin Sattu ( 26 tahun ) dan bekerja sebagai Petani yang beralamat di Dusun Bulo – Bulo Desa Pencong Kec. Biring Bulu Kab. Gowa yang saat itu pukul 17.30 Wita Korban berangkat dari rumahnya menuju Pokobulo Desa Bangkala Loe Kec. Bontoramba Kab. Jeneponto yang bertujuan ingin menghadiri Acara Ta’ziah keluarga korban.

Namun, setelah pukul 21.00 Wita Acara tersebut selesai, Korban meninggalkan rumah tempat Ta’ziah. Akan tetapi dalam perjalanan, korban melihat sekumpulan anak muda berdiri di tengah jalan dan korban membunyikan suara klakson motornya tiba-tiba Pelaku (LIDIK) berteman menteriaki korban dengan mengatakan mengapa kamu membunyikan Klakson motormu.

Akan tetapi, Korban tak menghiraukan apa yang dikatakan oleh pelaku dan tetap melanjutkan mengendarai motornya setelah didalam perjalanan korban diikuti oleh Pelaku (berteman) dan langsung menghadang korban dan mengatakan kepada korban mengapa kamu menggertak (berbicara keras) setelah pelaku mengatakan kepada korban, pelaku langsung melakukan penganiayaan dengan cara memukul dengan menggunakan kepala tangan (tinju) yang mengenai pada bagian bibir yang mengakibatkan bibir korban robek.

Akibat dari kejadian tersebut Masyarakat yang ada disekitar lokasi bersama Ibu Desa Bangkalaloe HJ. RANNU langsung menolong dan membawa korban kerumah sakit Lanto Dg. Pasewang dengan menggunakan Mobil Ambulance Desa Bangkalaloe untuk dilakukan pertolongan medis dikarenakan korban mengalami luka robek pada bagian bibir. ” Pungkas AKP Syahrul.

Dan AKP Syahrul juga menambahkan terjadinya Penganiayaan yang dilakukan oleh para Pelaku (LIDIK) terhadap diri korban dikarenakan para pelaku merasa tersinggung dan tidak terima atas bunyi klakson yang dilakukan oleh korban dimalam hari pada saat melintas didepan para pelaku yang saat itu sedang berdiri ditengah jalan. ” Tutup AKP Syahrul

( Sapar ).*

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed