oleh

DPK BKPRMI Kec. Tamalatea Keneponto Menemukan Mukjizat di Tengah Banjir Bandang

Jeneponto – Lintaslima.com Banjir bandang yang melanda Kec. Tamalatea pada beberapa waktu lalu menyisakan sekelumit cerita, kisah pilu, keajaiban dan sekaligus cerita mukjizat.

Kisah pilu tersebut menggugah semangat keumatan DPK BKPRMI Kec. Tamalatea. Kepedulian ditunjukkan dengan memberikan bantuan Bahan Pangan kepada salah seorang warga terdampak banjir yang juga Guru Mengaji/Santri TKA/TPA di Kampung Birangloe, Kel. Tonrokassi Barat, Kec. Tamalatea, Kab. Jeneponto.

Guru Santri yang bernama Risma dan Rumah Keluarga diamuk banjir. Air menggenangi rumah kediamannya terkhusus tempat di mana anak anak santri tersebut melangsungkan kegiatan belajar mengaji/menimba ilmu agama. beberapa peralatan mengajarnyapun ikut terhanyut air.

menurut pengakuan orang tua Risma, bahwa banjir yg menimpa rumahnya adalah yg pertama dalam kurun waktu 60 tahun.

“Barusan ini air (banjir) masuk di rumahku, sekitar 60 tahun baru terjadi banjir seperti ini”. Demikan dikatakan Risma dan orang tuanya di hadapan Ketua DPK BKPRMI Tamalatea, Ustad Maulana Askari, S.Ag. bersama Ketua MPK Ustad Muh. Irsyam Syam, S.Sos.

Ketua MPK dan Ketua DPK berpesan sambil menyerahkan Bantuan Paket Pangan: “Ini musibah, harap Risma dan keluarga tabah menghadapi cobaan ini. Setiap Allah turunkan musibah, selalu beriringan dengan hikmah. Temukanlah Hikmah di balik musibah ini.”

Salah satu yang dianggap mukjizat, aneh bin ajaib saat banjir bandang terjadi adalah ditemukannya mushaf al-Quran dan buku buku Iqra tetap utuh dan tidak ikut hanyut dibawa oleh air dan bahkan tidak basah sama sekali.

Ketika peristiwa luar biasa ini dilaporkan kepada Ketua Umum DPD BKPRMI Kab. Jeneponto, Suardi A. Kahar, kaget dan merespon singkat:
“Subhanallah”.

( Sapar ).*

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed