oleh

Ikhtiar Politik Para Kontestan Menuju Pilwalkot Makassar di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh : Ahmad Razak
Dosen Psikologi UNM

Makassar – Lintaslima.com Ikhtiar politik adalah usaha optimal yang dilakukan politisi/kontestan dalam rangka mencapai puncak kekuasaan.

Menurut hemat penulis ada tiga Kompetensi yang harus dimatangkan oleh kontestan politik (kandidat) agar usaha-usaha politik yang dijalankan tidak mengganggu system yang ada bahkan dapat menjadi pembelajaran yang sangat baik oleh kalangan masyarakat, yaitu:

1) kemampuan logika/kecerdasan intelektual (IQ),

2) Kematangan emosional (EQ) dan

3) Kematangan Spiritual (SQ).

Kontestasi politik pilwalkot kota Makassar saat ini semakin menghangat, sejumlah kandidat kini berusaha seoptimal mungkin untuk memperoleh dukungan terutama dari partai-partai maupun simpati masyarakat. Para kontestan beserta aktor politik pendukungnya sudah mulai mematakan kekuatan dan kelemahan masing-masing competitor serta berlomba menentukan pasangan yang dipandang ideal menuju 01 di kota anging mammiri ini.

Sejauh ini yang mereka lakukan masih dalam batas-batas normative dan belum ada manuver politik yang dapat mengganggu demokrasi perpolitikan seperti dengan memanfaatkan issu-issu sensitive di masyarakat. Upaya untuk menarik simpati dengan berbagai cara guna memenangkan kompetisi dalam pilwalkot merupakan ikhtiar politik yang sangat wajar dilakukan oleh para kandidat. Meskipun demikian Kapuslitbang Konflik, Demokrasi UNHAS Dr. Sakka Pati sedari awal memperingatkan agar tidak memanfaatkan issu-issu rasisme dan gender dipilwalkot Makassar, sebab hal ini akan mengancam konflik dan perpecahan.

Indonesia sudah 22 tahun berdemokrasi di era reformasi semenjak jatuhnya rezim orde baru. Berbagai tantangan dan rintangan telah dilalui di era yang sangat krusial ini.Sudah barang tentu kita sudah memiliki modal pengalaman dalam berdemokrasi mana yang seharusnya pantas dan yang tidak pantas untuk dilakukan yang berdasarkan norma dan undang-undang yang berlaku.

Oleh karena itu diharapkan peran seluruh elemen politik maupun masyarakat agar dapat menumbuhkan kesadaran etik dan menjaga batas-batas di dalam penyelenggaraan pesta demokrasi Pilwalkot ditahun 2020 ini. Dalam penyelenggaraan pesta demokrasi, Logikanya bahwa adalah sudah barang tentu dapat memberikan kemeriahan dan kesenangan dalam penyelenggaraan tersebut yang hanya berlansung sekali dalam lima tahun.

KPU dan Bawaslu selaku penyelenggaran dan pengawas dituntut untuk mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik sehingga betul-betul dapat melahirkan pemimpin hasil pilihan rakyat yang terbaik.

Meskipun masih dalam suasana pandemic covid 19, kita tetap bersemangat dan berbuat yang terbaik untuk kemajuan kota Makassar. Tentu saja pada hal-hal tertentu peran-peran teknologi digital-virtual merupakan solusi terbaik yang dapat dilakukan untuk mempermudah jalannya proses pilwalkot Makassar.

Polisi dalam kapasitasnya sebagai keamanan tentu sudah sangat siap mengawal ketertiban dalam berdemokrasi. Polisi akan selalu obyektif mengawal para kontestan sejauh yang diperlukan. Polisi akan senantiasa menjaga netralitas dan tidak akan segan-segan memeriksa dan menagkap bagi yang melakukan pelanggaran dalam Pilwalkot.

(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *