oleh

BAZNAS Sulsel Berperan Besar Dalam Meningkatkan Taraf Ekonomi Ummat

Ketgam ; Wakil Ketua II BAZNAS Sulsel, Mahmud Suyuti, saat memberikan keterangan

Makassar – Lintaslima.com Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), merupakan lembaga yang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. BAZNAS merupakan Lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama.

Maka dari itu, BAZNAS bersama Pemerintah bertanggung jawab untuk mengawal pengelolaan zakat yang berasaskan: syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas.

Kepala Layanan Aktif Badan Amil Zakat Nasional (LAB-BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, Mahmud Suyuti, saat di temui di ruang kerjanya, mengungkapkan, tujuan utama kami adalah meningkatkan taraf perekonomian ummat, seperti kaum Mustadh’afin (mereka yang lemah atau dilemahkan), Dhuafa, dan Fakir Miskin, Rabu, (19/08/2020).

“Setiap triwulan, kami memberikan bantuan-bantuan kepada mereka yang membutuhkan dan ada hal-hal tertentu yang tidak terencana, seperti banjir bandang yang terjadi baru-baru ini di Bantaeng, Jeneponto, dan Luwu Utara”, ujarnya.

Dana yang di salurkan oleh BAZNAS Sulsel sebesar 1,2 milyar yang di peruntukkan pembangunan Masjid, Fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) sebanyak 20 unit, beserta Sarana dan Prasarana lainnya.

Program kami selanjutnya, yaitu Bantuan Mustahiq Tunai (BMT), berupa uang tunai 300 ribu per Kepala Keluarga, yang di peruntukkan bagi 1144 KK di Sulsel, dan In Syaa Allah bulan 9 ini dananya sudah cair, tambah Kiyai Mahmud Suyuti.

Dana Zakat yang di kelola oleh BAZNAS itu sendiri berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN), yang dimana setiap gaji mereka per bulannya, secara otomatis terpotong dan akan masuk ke sini.

BAZNAS Sulsel sendiri mengelola dana Zakat tersebut antara 800 juta hingga 1 milyar, dan di drop kepada fakir miskin, panti asuhan, lembaga-lembaga sosial keagamaan setiap tiga bulan sekali, “kalau pun ada yang belum terjangkau, mereka tinggal memasukkan proposal ke sini”, tambahnya lagi.

Selanjutnya, terdapat program bea siswa per individu, jadi kalau ada pemohon melalui proposal yang mereka ajukan kepada BAZNAS Sulsel, pasti akan melalui proses, perlu di kaji keabsahannya, apakah mereka layak menerima bea siswa atau tidak.

“Di awal-awal covid-19, kami juga telah menyalurkan zakat kepada mereka-mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sebesar 300 ribu per kepala rumah tangga”, tegas Wakil Ketua II BAZNAS Sulsel ini.

Lanjutnya, di BAZNAS Sulsel ini terdapat Klinik Kesehatan dan diberikan fasilitas free, juga terdapat Rumah Sakit BAZNAS gratis, SD, SMP, dan SMK BAZNAS semuanya gratis tanpa dipungut biaya terhadap siswanya.

BAZNAS Sulsel selama pamdemi covid-19 ini, telah menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, dan senantiasa cuci tangan. Semoga virus ini segera berakhir agar aktifitas bisa kembali seperti sediakala. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk banyak berdoa kepada Tuhan supaya kita semua dihindarkan dari viris corona ini, tutup Kiyai Mahmud Suyuti.

Penulis : Haedar Sudarman
Uploader : Suardi Zainuddin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *