oleh

Arsyad : Bonepal Fun Camp 2020 Angkat Destinasi Wisata Alam Kabupaten Bone

Bone – Lintaslima.com Mencintai Alam beserta segala isinya adalah bentuk kepedulian para penggiat alam bebas sesuai kode etik pecinta alam Indonesia yang dideklarasikan pada Gladian Nasional Pencinta Alam Tahun 1974 di Ujung Pandang (Makassar).

Perkumpulan Pemuda Bone Pecinta Alam (BONEPAL) adalah salah satu organisasi tertua di Sulawesi Selatan,
merupakan organisasi Pemuda yang mengakomodir Pemuda pemudi Kab. Bone yang giat melakukan pendakian dan kegiatan alam lainnya sekal awal terbentuknya hingga dilanjutkan oleh generasi generasi PP Bonepal selanjutnya.

Pembukaan Bonepal Fun Camp di Sungai Lajjoro Desa Lemoape kecamatan Palakka, Jumat Malam,21-08-2020 pukul 20.00 wita sebagai tonggak Sejarah Baru kebangkitan kembali Bonepal setelah Vakum beberapa waktu lamanya.

Arsyad kepala Desa Lemoape dalam sambutan intinya saat pembukaan mengucapkan terima kasih kepada Panitia Pelaksana, Pendiri dan Pengurus, Anggota PP Bonepal serta Para peserta yang ikut dalam kegiatan Bonepal Fun Camp, karena kegiatan ini tentunya akan mengangkat Destinasi Wisata Alam Lemoape, Khususnya dan kabupaten Bone pada umumnya.

Ketua Umum PP Bonepal yang merupakan keturunan asli Lemoape kembali untuk membangun kampungnya, Beliau melihat potensi potensi positif yang ada untuk dikembangkan.

“Saya bangga diberikan amanah untuk membuka kegiatan yang sangat spektakuler ini dan saya juga adalah bagian dari PP Bonepal, hidup Bonepal,” teriak Arsyad menutup sambutannya.

Lilo A. Idris Palloge
Ketua Federasi Mounteneering Indonesia (FMI Provinsi Sulawesi Selatan), “saya bangga bisa hadir dalam sejarah bangkitnya Singa Rimba PP Bonepal.

“Bonepal adalah pelaku sejarah dan sebagai ikon pecinta alam, Bonepal pertama kali hadirkan lomba panjat dinding yang punya standard nasional dengan menghadirkan pemanjat Nasional kaliber dunia,” ujar A. Idris Palloge

“Pesan saya, dengan bangkitnya kembali singa pecinta Alam dari timur Indonesia, sebagai garda terdepan bersatunya pecinta Alam dan menolak segala bentuk eksploitasi terhadap alam, utamanya di kabupaten Bone. Contohnya tambang ilegal dan goa – goa yang mempunyai nilai historis sejarah, jangan asal masuk goa tampa memperhatikan estetika didalam goa.” Tutupnya

Sri Ana Srikandi Komunitas pecinta Alam Bone (Kopa-Bone) ungkapkan
sangat bangga bisa bergabung di acara Bonepa Fun Camp 2020 ini.

“sejak kecil saya mendengar namanya Bonepal, baru sekarang bisa bergabung diacaranya,” tutup mamanya Amel, sapaan akrabnya sesama pecinta alam.

Arnold Cunding, Kabiro Bone

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed