by

Dekan FKM UMI Bahas Covid-19 Hingga Kelas Daring

-RAGAM-1,166 views

Makassar-Lintaslima.com Pandemi Covid-19 belumlah usai, serangkaian himbauan-himbauan dan edukasi yang di gaungkan pemerintah, baik itu dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, kepada seluruh lapisan masyarakat, masih terus berlanjut.

Menurut Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Dr. Suharni A. Fachrin, S.Pd.,SKM,.M.Kes, pandemi covid-19 belum bisa di prediksi hingga kapan berakhirnya, Selasa, (01/09/2020), di ruang kerjanya.

Jadi secara terpaksa dengan lapang dada, di UMI dan kampus-kampus lainnya harus menggelar proses perkuliahan secara daring, sebagai mana yang sudah di tetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim.

Saat ini, di FKM UMI kurang lebih sama dengan fakultas-fakultas lainnya, dalam pandemi ini memang telah di liburkan, namun seluruh kegiatan perkuliahan maupun rapat-rapat kampus, semuanya via daring.

“Sebagai pemimpin fakultas yang diberi amanah, untuk lebih mengintensifkan dan sebagai bentuk apresiasi atas kondisi yg ada dan memaksa kita secara virtual. FKM akan mengimplementasikan dan memaksimalkan pelayanan dengan berbasis “aplikasi” (Pelayanan administrasi akademik, pengelolaan keuangan, pengelolaan pembelajaran melalui kalam.umi@ac.id, pengelolaan Pelaporan/Audit Mutu serta pengelolaan Borang akreditasi dg 9 Kriteria). Sebagai wujud komitmennya, pimpinan Fakultas/dekan sudah melakukan komunikasi dengan dekan Fakultas Ilmu Komputer terkait teknis dan software nya, In Syaa Allah. Tegasnya.

“Mahasiswa sekarang ini adalah mahasiswa era digital, beda dengan yang dulu, sekarang ini mereka lebih menguasai IT di banding kami, jadi kalau diberlakukan kuliah online mahasiswa sudah pada paham semua”, saya rasa itu bukan menjadi kendala, ungkap Dekan FKM UMI ini.

Namun, proses perkuliahan via daring ini ada juga minusnya, mereka kehilangan interaksi atau silaturrahmi secara langsung terhadap lingkungan kampusnya, sehingga mahasiswa kami ini, ada titik jenuh yang dirasakan oleh mereka.

“Pastilah mereka timbul rasa kangen dengan dunia kampus, demikian juga dengan teman-temannya, tambah Dr. Suharni.

Mahasiswa Baru di Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Makassar, saat ini terdapat kurang lebih 200 orang, sementara proses registrasi di Universitas.

Saat ini, animo masyarakat lebih memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kelihatan sudah bergeser, apalagi UMI sudah terakreditasi A, masyarakat sudah cerdas dengan selalu menjadikan akreditasi, kompetisi, klasterisasi dan pemeringkatan sebagai tolak ukur. Alhamdulillah semakin tahun peringkat UMI tambah naik. Semua itu menjadi hal yang positif bagi manajemen.

Di era yang semakin maju seperti saat ini, paradigma Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta sudah sejajar, yang perlu menjadi pertimbangan adalah akreditasi kampus tersebut. “Nah UMI itu sendiri, telah memiliki akreditasi yang cukup baik dan telah di kenal di Indonesia”, ujar Dekan yang telah mengabdi selama kurang lebih 20 tahun di UMI ini.

UMI Makassar merupakan lembaga pendidikan dan dakwah, jadi yang saya rasakan adalah berkah yang sangat luar biasa bisa berada di kampus ini. UMI itu kalau boleh saya katakan Perguruan Tinggi langka, karena ada pesantren di dalamnya, dari segi keislaman bisa terus terupgrade disini.

Bagi masyarakat yang anaknya ingin melanjutkan studi, hendaknya melihat kampus yang betul-betul menyeimbangkan dunia dan akhirat. Kalau di UMI sendiri itu semua telah di ajarkan, seperti bagaimana tetap menjaga aqidah sesungguhnya, pondasi keislaman generasi-generasi baru harus tetap kuat.

FKM UMI mulai tahun ini, setelah berkonsultasi dengan pimpinan universitas, berencana membuka kelas daring, dengan peruntukan bagi alumni Diploma bagi sudah bekerja/pegawai/karyawan Rumah sakit dan perusahaan. Demikian, tutup Dr. Suharni Andi Fachrin, M.Kes.

Penulis : Haedar Sudarman
Uploader : Rusli Jamal

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *