oleh

Dosen Di UMI Makassar 95 Persen Bergelar Doktor Dan Professor

-RAGAM-167 views



Makassar-Lintaslima.com Pandemi virus Corona atau yang biasa di sebut Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak Maret lalu, menimbulkan dampak bagi berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan tinggi seperti saat ini.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof. Dr. H. Mahfudnurnajamuddin, S.E.,M.M, mengungkapkan, di masa pandemi covid-19 ini, hampir seluruh perguruan tinggi mengalami penurunan jumlah pendaftar calon mahasiswa baru.

“Untuk di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar ulang sekitar kurang lebih 600 orang, namun pendaftar yang lolos tes sekitar 800 orang dibanding tahun lalu sekitar 700 orang, artinya ada peningkatan”, tegas Prof. Mahfud, dalam sesi wawancara bersama media ini di ruang kerjanya, Selasa (17/09/2020).

Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI Makassar bila di bandingkan dengan Fakultas-Fakultas yang terdapat di kampus ini selain Kedokteran, paling banyak di minati oleh calon mahasiswa baru.

Keunggulan-keunggulan Fakultas ini, terdapat pada sarana dan prasarananya yang cukup memadai. Bila di lihat dari gedungnya saja sudah terdiri dari tiga unit, setiap unitnya empat lantai full AC, juga terdapat laboratorium komputer, komputasi, keuangan dan perbankan, serta akuntansi.

Selain itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini terdapat galery investasi yang telah bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI Makassar terdapat empat Program studi, yaitu ; Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (Akreditasi A), Ilmu Manajemen (Akreditasi A), Ilmu Akuntansi (Akreditasi A), dan Program Pendidikan Profesi Akuntansi (Akreditasi A).


Untuk dosennya sendiri, sudah 95% bergelar Doktor dan Professor. Bahkan Professor yang terbanyak dibanding dengan yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis di perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Semenjak covid-19 ini hadir, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini telah menerapkan sistim perkuliahan secara daring, “Saat ini bisa di lihat, tidak ada mahasiswa kami yang kuliah dengan tatap muka, melainkan via online semua”, tambah pria kelahiran 1965 ini.

Tentunya mahasiswa kami ini lebih senang dengan sistem perkuliahan secara tatap muka langsung, karana sangat efektif terutama dalam menjaga hubungan silaturrahmi antara mereka dan dosen-dosennya.

Namun, untuk menghadapi semester depan, banyak persiapan dan banyak harus kami benahi, di antaranya sarana dan prasarana terkait proses perkuliahan secara daring itu sendiri.

FEB sendiri dalam menghadapi pandemi covid-19, menyiapkan ruang mini, agar dosen-dosen yang ingin mengajar, bisa memanfaatkan ruangan ini, apalagi yang menggunakan alat peraga.

“Dosen-Dosen yang ingin mengajar, dan harus menggunakan peralatan-peralatan, seperti papan tulis dan sebagainya, kalau tidak susah untuk di terima oleh mahasiswa, olehnya itu harus di peragakan, terutama mata kuliah yang bersifat kuantitatif (perhitungan-perhitungan), namun kalau kualitatif, lewat daring saja sudah bisa, ujarnya.

In Syaa Allah Pandemi ini bisa cepat berlalu, sehingga proses belajar mengajar bisa normal kembali, dan kami bisa bertatap muka langsung dengan mahasiswa, serta seluruh aktifitas dalam kampus berjalan seperti sedia kala, tutup Dekan FEB UMI, Prof. Dr. H. Mahfudnurnajamuddin, S.E.,M.M.

Penulis : Haedar Sudarman
Uploader : Rusli Jamal

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed