oleh

Kasatpol PP Makassar : Hidup Normal, Patuhi Protokol Kesehatan

MAKASSAR -LINTASLIMA.COM – Pemerintah Kota Makassar telah membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada 26 Oktober, yang sudah bekerja sejak April 2020 lalu. Sebagai gantinya, Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin membentuk Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Maka dari itu, edukasi dan penanganan penanggulangan penyebaran COVID-19 menjadi tugas rutin Satpol PP Kota Makassar sebagai penegak Perda, di samping itu, berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri terkait penurunan penyebaran COVID-19, maka Pemkot Makassar melalui Satpol PP membentuk ‘Duta Perubahan Perilaku’.

Kasatpol PP Kota Makassar Iman Hud, S.I.P.,M.Si., mengungkapkan, Duta Perubahan Perilaku ini di seluruh Indonesia cuma ada 51 Kabupaten/Kota yang terpilih, termasuk Kota Makassar sendiri, Ahad, (08/11/2020).

Sehingga, ini adalah upaya kami untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa kesadaran dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan itu tidak harus di tindak, tetapi memberikan sosialisasi di rangkai dengan pemberian masker. Inilah yang di sebut dengan Duta COVID-19 atau Duta Perubahan Perilaku, tegas Iman Hud.

Di tambahkan, walaupun terdapat Duta COVID-19 yang mempunyai tugas sosialisasi, edukasi, persuasif dan humanis terhadap perubahan perilaku, Satpol PP Kota Makassar tetap menggelar operasi yustisi yang di lakukan di setiap Kecamatan dengan melibatkan TNI/POLRI baik itu dari Polsek maupun Koramil.

Satpol PP Kota Makassar dalam melakukan operasi yustisi setiap hari, terutama pada tempat-tempat yang kita petakan areanya, seperti tempat-tempat keramaian, wisata (pantai, kuliner yang berada di CPI), rumah makan, THM, cafe, restoran, dan warkop.

“Pokoknya yang kita sasar itu adalah tempat-tempat yang berpotensi sebagai cluster penyebaran COVID-19”, kilahnya.

Sedangkan untuk penegakan aturan Perwali no. 36, 51, dan 53 masih tetap di berlakukan, karena kita tidak ingin situasi yang mudah-mudahan semakin melandai ini, jangan sampai muncul kembali penyebarannya yang massif seperti di Negara-Negara lain yang harus di ‘lock down’ akibat mengabaikan protokol kesehatan.

Dari informasi yang didapatkan dari pemerhati sosial kesehatan masyarakat, menunjukkan indikasi semakin menurun penyebaran COVID-19, yang tadinya RTnya diatas 1, sekarang dibawah 1 tepatnya 0,87.

Untuk itu, kami tetap mempertahankan penerapan protokol kesehatan tersebut, termasuk juga di bukanya beberapa tempat yang selama ini tutup, misalnya bioskop, walaupun kita berusaha untuk hidup normal, tapi jangan lupa untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, tambah Kasatpol PP Makassar.

Malam ini, kami lakukan pembekalan sehingga Duta COVID-19 ini bisa mengedukasi pesan-pesan tersebut kepada masyarakat dengan santun, karena hal ini juga merupakan perintah Bapak Pj. Walikota Makassar, Prof. Rudy Jamaluddin, untuk massif dan sistematif untuk melakukan upaya, baik itu penindakan maupun edukasi agar masyarakat tetap patuh.

Karena poin penting dalam penegakan aturan, maupun edukasi adalah kesadaran masyarakat, “kesadaran itu poinnya tinggi loh 30 persen dari 100 persen keberhasilan pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19, nah kami dari Satpol PP melakukan edukasi dan penindakan, karena itu yang di sebut dengan ‘non farmatical intervention’, ungkap Iman Hud.

Kalau dari Dinas Kesehatan melakukan pendekatan dengan medis, kalau Satpol PP melakukan penegakan hukum dan edukasi, ini juga yang kami sampaikan kepada Satpol PP Kecamatan untuk menjaga tempat-tempat atau cluster-cluster yang punya peluang.

“Clusternya kan banyak, seperti tempat kumpulnya anak muda, jadi walau pun buka usaha, namun tetap mematuhi protokol kesehatan”, ucapnya.

Sehingga perubahan perilaku ini menjadi kebiasaan, tapi tujuan utama adalah memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota makassar, karena hingga saat ini daerah kita masih kategori epicentrum penyebaran COVID-19.

“9500 orang lebih yang terpapar COVID-19 di Makassar ini, kami tidak ingin terjadi gelombang kedua, seperti yang terjadi di beberapa Negara karena tidak mengindahkan protokol kesehatan, contohnya di India, Jerman, Italia, dan lainnya, mereka pikir COVID-19 telah berakhir, nyatanya muncul lagi gelombang kedua.

Hal ini merupakan perhatian dan tanggung jawab saya selaku Kasatpol PP Kota Makassar, untuk merencanakan kegiatan ini hingga bulan Desember mendatang, jadi, dari 100 orang tim kami, Duta COVID-19 sebanyak 25 orang untuk mengedukasi, 75 orang melakukan penindakan, tutup Iman Hud, S.I.P.,M.Si.

Penulis : Muhammad Haidar Sudarman
Uploader : Ansar Zainuddin

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed