oleh

Dinas Kebudayaan Kota Makassar Ajak Milenial Cintai Museum

Makassar – Lintaslima.com Dinas Kebudayaan Kota Makassar menginginkan adanya kepedulian masyarakat khususnya bagi kaum milenial untuk membuka alam pikiran mereka, agar mencintai budaya itu sendiri. Upaya-upaya yang dilakukan Dinas Kebudayaan Kota Makassar adalah dengan mengumpulkan anak-anak muda untuk menggelar kegiatan kesenian di Museum Kota Makassar.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Ichwan Yakob, mengungkapkan, pelataran Museum ini, sebagai tempat ajang pertemuan bagi kaum milenial penggiat seni dan budaya untuk berkreasi serta menentukan arah Museum ini kedepan, Rabu, (11/11/2020), malam.

Ruang yang kami berikan ini, agar mereka bisa berekspresi, di samping bermain musik, wawasan alam pikiran mereka juga dibuka untuk mencintai Museum ini, dan pada akhirnya Museum ini harus membuka diri kepada para stakeholder.

“Para pemangku kepentingan itu, tidak akan pernah di cintai oleh masyarakatnya, ketika mereka tidak mendekatkan masyarakatnya ke Museum”, tegas Ichwan.

Model yang di senangi oleh kaum milenial saat ini adalah duduk secara bersama-sama dalam situasi dan kondisi yang mampu membuka alam pikiran mereka, untuk bisa memberikan kontribusi kepada Museum yang notabene tidak hanya sekedar menyimpan benda-benda koleksi pusaka.

Namun juga, Museum ini sebagai tempat kunjungan komunitas-komunitas, “Jadi boleh saya katakan bahwa tempat ini adalah Museum keliling”, ungkapnya.

Sebagai contoh, beberapa komunitas motor tua, dan sepeda antik, berkumpul bersama-sama dengan kami, sadar atau tidak, apa yang mereka miliki itu sebagai aset atau kekayaan, karena mereka bisa memiliki, menyimpan, dan merawat benda-benda yang sudah langka, ini yang di maksud dengan Museum keliling.

Hal tersebut perlu di apresiasi, karena menyimpan benda-benda atau alat-alat yang di gunakan pada jaman dulu, dan usia rata-rata kendaraan yang mereka gunakan itu di atas lima puluh tahun.

“Coba anda bayangkan barang-barang tua yang mereka pakai itu sampai sekarang masih di fungsikan, sungguh luar biasa, dan perawatannya tidak mudah loh”, beber Sekretaris Dinas Kebudayaan Makassar ini.

Sedangkan perawatan benda-benda pusaka yang ada di Museum ini sangat mahal harganya, ketika di konservasi, dan memperbaiki seperti sedia kala, alangkah bangganya ketika yang menciptakan benda pusaka itu masih bisa melihat hasil karyanya saat lima puluh tahun lalu.

Insya Allah, koleksi di Museum ini bisa bertambah, karena semakin banyaknya komunitas-komunitas penggiat benda-benda antik, sebab mereka di beri ruang untuk berekspresi, termasuk seperti kegiatan malam ini, hadir berbagai latar belakang, seperti anak sastra, dan seni.

Harapan kami di Dinas Kebudayaan Kota Makassar, adalah komunitas-komunitas anak muda yang tergabung di Museum ini bisa menjadi generasi-generasi pelanjut terhadap apa yang telah kita miliki saat ini, dan tentunya mereka-mereka ini semakin mencintai Museum itu sendiri.

Ketika kita menghasilkan suatu produk, yakin dan percaya produk itu akan di sukai orang kalau di kemas dengan baik. Dinas Kebudayaan Kota Makassar kedepannya akan membuat suatu produk yang bernama ‘Kota Tua’.

Hingga sekarang belum terwujud karena masih di petakan zona-zonanya, terkait Kota Tua ini sendiri, ketika telah di zonasikan dan di data tentunya akan banyak aset-aset Kota Tua tersebut, contohnya seperti ‘Societeit De Harmonie’ atau Gedung Kesenian Makassar, Benteng Rotterdam dan masih banyak lainnya.

Jadi, konsep ‘Kota Tua’ itu, para wisawan lokal atau mancanegara akan kami bawa berkeliling menggunakan shuttle bus dan menunjukkan bangunan-bangunan ketika jaman penjajahan Belanda dan pecinan-pecinan di Kota Makassar ini, tutup Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Ichwan Yakob.

Penulis : Muhammad Haidar Sudarman
Uploader : Suardi Zainuddin

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed