oleh

Ni’matullah : Sudahlah, Fokus Saja Kerja Untuk Rakyat

-RAGAM-370 views

Makassar – LINTASLIMA.COM Seluruh tahapan Pilkada 2020 telah usai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga telah mengumumkan dan menetapkan pemenang di setiap daerah. Saatnya kembali untuk bersatu padu dalam membangun wilayah masing-masing.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, H. Ni’matullah, SE AK., mengungkapkan, semua Kepala-Kepala Daerah yang terpilih pada Pemilukada 2020 ini, fokus saja bekerja untuk mengurus rakyat, lebih peduli terhadap kesejahteraan dan kemajuan daerahnya masing-masing, Senin, (28/12/2020).

“Ada fenomena yang terjadi misalnya, ketika Kepala-Kepala Daerah itu berkuasa, maka dia akan sibuk memikirkan bagaimana caranya untuk duduk kembali, atau ingin jabatan yang lebih tinggi lagi, sudahlah…fokus aja bekerja dan biarkan masyarakat menilai”, ucapnya santai.

Menututnya, menjadi Kepala Daerah itu sesungguhnya adalah menghibahkan diri, dan manfaatnya akan di dapatkan kelak di akhirat, kalau saat ini mereka hanya mengejar kepentingan tertentu seperti kekuasaan, harta, dan lainnya, maka ujung-ujungnya akan dapat celaka.

Karena, menjadi Kepala Daerah merupakan pekerjaan yang sangat berat, karena harus berfikir terkait kemajuan daerah, kemudian meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di sisi lain, Kepala Daerah tersebut di sibukkan dengan urusan-urusan seremonial, seperti harus menghadiri acara, menerima tamu baik itu di kantor atau di rumah.

“Nah, inikan bukan pekerjaan yang mudah, dimana Kepala Daerah ini dibutuhkan selama 20 jam dalam sehari, istirahat hanya sekitar 4 jam saja”, tegas pria kelahiran 1965 ini saat di temui di DPD Partai Demokrat Sulsel.

Jadi, memang mereka harus hibahkan dirinya untuk rakyat, kalau tidak begitu perspektifnya pasti daerahnya tidak maju, mungkin Kepala Daerah itu bersama gerbongnya bisa lebih baik, tapi pasti rakyatnya menderita.

Dalam Pemilukada 2020 di Sulawesi Selatan, Partai Demokrat berhasil mendudukkan enam usungannya, yaitu, Adnan Purichta Ichsan-Abd. Rauf Malaganni (Gowa), Suardi Saleh-Aska Mappe (Barru), Andi Kaswadi Razak-Lutfi Halide (Soppeng),Theofilius Allorerung-Zadrak Tombeg (Tana Toraja),Yohanis Bassang-Frederick Victor Palimbong (Toraja Utara), dan Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (Lutra).

“Dalam pertarungan politik, menang atau kalah sudah biasa, itulah namanya kompetisi, yang pasti mesin partai saya bisa di uji, seperti anggota DPRD saya semuanya ternyata mereka serius dan fokus bekerja untuk rakyat”, ungkapnya.

Mesin Partai Demokrat bekerja dengan baik, khusus di Kota Makassar, agak berat dengan posisi terbelah di Pilwalkot kemarin, dan banyak isu-isu krusial yang muncul. Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi sebagai pasangan terpilih, harus lebih bijak dan mau menahan diri.

Kalau DP-Fatma mau berhasil, mereka harus merangkul semua pihak. Kami di Demokrat, tidak ada tradisi kalau kami tidak usung akan kami lawan, tentu tidak seperti itu, justru kami akan membantu selama mereka bekerja dengan baik. “Kecuali dia berbuat salah pasti kami kritik”, tegas Wakil Ketua DPRD Sulsel.

Saat ini, manuver-manuver politik itu bikin masyarakat ‘eneg’, karena mereka dalam keadaan susah, “Saya menghimbau kepada anggota DPRD dari Partai Demokrat Kota Makassar dan Provinsi Sulsel, untuk lebih banyak menggunakan telinga dari pada mulut, artinya lebih kepada mendengarkan keluhan masyarakat”, tutup Kak Ulla sapaan akrab Ni’matullah.

Penulis : Haidar Sudarman
Uploader : Rusli Jamal

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed