oleh

Fakultas Farmasi UMI Gelar Studium General Program Profesi Apoteker

Makassar – LINTASLIMA.COM Fakultas Farmasi UMI Makassar, menggelar Studium General Program Profesi Apoteker Angkatan X, 04/01 hingga 08/01, yaitu perkenalan model-model pembelajaran, tutorial, dan praktek kerja profesi apoteker.

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Rachmat Kosman, M. Kes. Apt., menuturkan, ketika para mahasiswa kami nantinya telah aktif kuliah, mereka tinggal masuk dalam proses pembelajaran.

Sedangkan, metode pembelajarannya kita gunakan metode Problem Best Learning (PBL), yaitu mereka di ajarkan mencari masalah kemudian menyelesaikan masalah tersebut. “Jadi, bagaimana kita mencari masalah dalam sebuah kasus, kemudian di pelajari dengan mencari literatur yang mendukung, lalu mereka bisa menyelesaikan”, tegasnya.

Contoh lainnya, dalam pengobatan suatu penyakit, seorang pasien datang dengan keluhan ini dan itu, mereka sudah bisa langsung merekomendasikan obat yang tepat untuk mengobati pasien tersebut.

“Jadi, ketika mereka keluar, sudah siap terjun ke lapangan untuk membantu masyarakat yang mengalami kasus penyakit-penyakit tertentu”, ungkap Rachmat.

Untuk tahun ini, terdapat 100 mahasiswa baru yang di terima di Fakultas Farmasi UMI Makassar dan hal tersebut terjadi sejak didirikannya Fakultas Farmasi UMI, dalam rangka menjaga kualitas, jangan sampai kami terima lebih dari 100 orang mahasiswa, lalu kami tidak sanggup dalam mendidik mereka, hal ini tentu akan menjadi tanggung jawab kami.

Kalau program profesi farmasi kami menerima mahasiswa baru per semester, kalau Strata satu tiap tahun. “S1 itu pada medio 2013 yang lalu, pendaftar 700 hingga 1000 orang, namun yang diterima hanya 250 orang saja”, kilah Rachmat.

Syukur Alhamdulillah, sampai saat ini kepercayaan masyarakat terhadap Fakultas Farmasi UMI sangat tinggi, karena mutu pendidikan masih tetap terjaga sampai sekarang. Di Kota Makassar sendiri terdapat delapan perguruan tinggi yang mengelola farmasi.

“Perguruan-perguruan tinggi selain UMI bertanya, apa sih resep dari UMI sehingga tiap tahunnya pendaftarnya membludak, lalu saya jawab, bahwa kita ini jual jasa, maka yang harus kita lakukan adalah, melayani mahasiswa dengan baik”, ujarnya lagi.

Ketika mahasiswa merasa terlayani dengan baik, maka merekalah yang akan promosikan Fakultasnya, seperti yang terjadi baru-baru ini saat libur, mahasiswa kami minta brosur Fakultasnya sendiri untuk di bagi-bagikan di kampung halaman mereka.

Artinya, tanggungjawab moral mereka terhadap Fakultasnya sangat tinggi, sehingga setiap tahunnya Fakultas Farmasi ini tidak pernah kekurangan mahasiswa. “Kalau ada orang tua calon mahasiswa baru yang ingin menunda-nunda pendaftaran anaknya di Farmasi UMI sampai gelombang kedua, maka jangan harap, karena gelombang pertama sudah melebihi kuota”.

Ia menambahkan, kuota yang tersedia untuk fakultas farmasi UMI sebesar 250 orang lebih dari itu kapasitas laboratorium tidak memungkinkan. Sampai saat ini Fakultas Farmasi UMI telah menelurkan kurang lebih 2000 orang.

Kalau program Strata satu telah dibuka sejak tahun 2001, untuk alumni sendiri sudah banyak yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kepala Bagian, ada juga yang jadi Dekan di kampus lain, Kepala Instalasi Farmasi di Rumah Sakit, serta berwiraswasta di bidang farmasi.

“Para alumni-alumni kami ini sering di undang ketika penyambutan mahasiswa baru, untuk memberikan motivasi-motivasi kepada adik-adiknya”, tutup Dekan Farmasi UMI, Rachmat Kosman , M. Kes. Apt.

Penulis : Haedar Sudarman

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed