oleh

Dekan Fakultas Teknik UMI Makassar : Belajar Daring Lebih Efektif

Makassar – LINTASLIMA.COM Pada masa pandemi seperti saat ini, inovasi dalam berbagai bidang sangat dibutuhkan, salah satunya inovasi pada bidang pendidikan tinggi. Lembaga-Lembaga Pendidikan Tinggi saat ini tengah berupaya memutar otak agar pembelajaran kepada mahasiswa bisa tersampaikan dengan baik.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Dr. Ir. H. Mukhtar Tahir Syarkawi, M.T.,ATU., mengungkapkan, di masa pandemi Covid-19 ini sistem perkuliahan di UMI masih sesuai dengan standar yang di sesuaikan oleh DIKTI.

Yaitu sistem perkuliahan itu paling tidak 80 persen dari rencana pembelajaran yang ada dan itu tetap berlaku, “Jadi yang berbeda ada yang belajar di rumah dan sekarang di UMI itu juga terdapat program Kalam”, tegasnya, saat di temui di ruang kerjanya, Rabu, (27/01/2021).

Program ‘Kalam’ sendiri yaitu Sistem Pembelajaran dalam Jaringan Universitas Muslim Indonesia. Layanan ini diberikan untuk memfasilitasi pembelajaran modern. Melalui Kalam Umi ini, pembelajaran dapat dilakukan lebih fleksibel, efektif, dan menyenangkan. Mahasiswa dapat belajar dimana dan kapan saja.

Permasalahannya memang kadang kala di dalam proses belajar mengajar secara daring itu, tidak semua daerah tempat mahasiswa tersebut berada, mampu mengakses jaringan internet dengan baik.

“Jadi solusi yang kami berikan kepada mahasiswa tersebut adalah pergi ke tempat-tempat yang mempunyai akses jaringan internet yang baik”, ujar H. Mukhtar Tahir Syarkawi.

Kalau ditinjau dari segi efektifitas, sistem perkuliahan model seperti ini justru lebih bagus, karena biayanya sangat murah dan tidak perlu menyewa kontrakan lagi, jelas sangat berbanding terbalik dengan sistem perkuliahan secara offline.

Fakultas Teknik UMI Makassar sedikit berbeda dengan Fakultas-Fakultas lainnya, karena di sini terdapat laboratorium, itu pun kami akali dengan membuat video materi belajar terhadap mahasiswa.

“Video tersebut nantinya akan di kirim kepada mahasiswa yang akan melakukan praktek sesuai dengan kurikulum yang ada”, kilahnya.

Misalnya saja, anak-anak yang baru semester satu dengan jenis praktek ilmu ukur tanah, maka mereka akan dibuatkan dan dikirimkan video terkait teknis pengukuran tanah tersebut. “Ketika kedepannya Covid-19 sudah berakhir, saya berharap mereka tetap praktek, kan beda toh kalau kita hanya melihat, mendengar, tentunya jauh lebih efektif kalau kita melakukan tambah H. Mukhtar.

Walau pun nantinya Covid-19 ini telah usai, perkuliahan daring ini tetap harus dijalankan, akan tetapi dikombinasikan dengan sistem perkuliahan secara offline, sehingga mahasiswa-mahasiswa bisa lebih efektif dan efisien dalam melakukan aktivitas belajar, tutup Dr. Ir. H. Mukhtar Tahir Syarkawi, M.T.,ATU.

Penulis : Muh. Haidar Sudarman

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed