by

Samhari : APD Tenaga Medis Covid -19 Tidak Bisa Dimusnahkan di Pasangkayu

Pasangkayu – Lintaslima.com Alat Pelindung Diri (APD) menjadi kebutuhan mendasar bagi tenaga medis dalam menangani pasien Virus Corona-19 (Covid-19), APD terdiri dari masker, sarung tangan, gaun, pelindung muka, pelindung kepala dan sepatu bot anti air.

APD yang telah di pakai oleh tenaga medis kesehatan Kabupaten Pasangkayu, Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sejak pandemi Covid-19 hingga tahun 2021 tidak pernah dimusnahkan diwilayah ujung utara di Sulbar.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pasangkayu membangun Memorandum of Understanding (MoU) bersama CV Mitra Hijau dalam pengambilan sampah medis APD untuk dikirim ke Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tiap Puskesmas serta RSUD hanya mengumpulkan sampah medis APD nya, sambil menunggu rekanan pihak ketiga untuk mengambil (sampah medis APD-red) dan itu dikenakan biaya pengiriman sebesar 55.000 perkilo.

Kepala Dinas Kesehatan Pasangkayu, Samhari mengatakan, kita telah membangun kerjasama pihak ketiga dengan CV Mitra Hijau dan membuat MoU dalam pengambilan sampah medis APD yang telah dipakai oleh tenaga kesehatan di masing – masing Puskesmas atau RSUD Ako, karena (APD-red) tersebut tidak bisa di musnahkan di Pasangkayu.

“Berat APD dihitung perkilo, 1 kilonya seharga 55.000 rupiah sebagai ongkos pengiriman ke Makassar untuk di musnahkan,”terangnya senin 31 Mei 2021.

Masing – masing Puskesmas hanya mengumpulkan sampah medis APD yang telah mereka pakai, sambil menunggu pihak rekanan datang mengambilnya.

“Jadi, rekanan akan mendatangi tiap Puskesmas mengambil sampah medis APD Covid-19 itu, lalu pihak ketiga membawanya ke Makassar untuk dimusnahkan,”ucap Samhari.

Samhari juga sampaikan, didalam MoU pengambilan sampah medis APD sebenarnya hanya 2 kali setahun, tapi kita ketahui (APD-red) tersebut 1 kali pakai saja dan secepatnya harus dimusnahkan.

“Sebulumnya, pihak ketiga mengambil sampah medis APD Covid-19 hanya 2 kali dalam setahunnya, karena kita melihat banyak (sampah medis APD-red) menumpuk ditiap Puskesmas, maka rekanan diminta datang 3 kali dalam setahun,”katanya.

Selain itu, Samhari katakan, untuk APD Covid-19 ditahun 2020 kemarin itu sebanyak 5 kali pengadaan dan jumlahnya sekitar 6.000 set.

“Tahun ini tetap kita anggarkan APD, karena baru – baru ini dilakukan rekofusing dengan anggaran sebesar 14 Milyar, dan itu semua termasuk kegiatan penanganan Covid-19 seperti Vaksinasi,”jelasnya.

(Roy Mustari)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *