by

Dosen UNM Gelar Pemberdayaan Tenaga Pendidik Berbasis Literasi Digital di Bantaeng

MAKASSAR – Prof. Dr. Andi Agustang, M.Si dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Sosiologi Universitas Negeri Makassar lakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Kelompok Guru Mata Pelajaran Sosiologi Melalui Literasi Digital Berbasis Quick Response Code” di Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng yang berjalan sejak 21 Mei 2021 dan berakhir di 21 November Tahun 2021.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut adalah semacam gerakan literasi digital berbasis Quick Respon Code yang ditujukan pada mata pelajaran sosiologi. Adapun rencana kegiatan program pengabdian melalui tiga tahapan seperti: Pelatihan literasi digital untuk kelompok guru mata pelajaran sosiologi, pelatihan literasi digital kepada siswa, dan gerakan literasinya sendiri.

Inisiasi Andi Agustan terhadap program ini berangkat dari adanya beberapa permasalahan guru terkait pembelajaran. Minimnya pengetahuan dan keterampilan kelompok guru sosiologi dalam membuat quick response code (QRC) pada mata pelajaran Sosiologi, Susahnya guru mata pelajaran memberikan materi kepada siswa-siswi secara online karena kendala jaringan internet dalam memberikan pembelajaran lewat zoom atau google meeting karena lokasi mitra yang ada di daerah pegunungan, sehingga banyak guru yang melakukan kunjungan ke rumah siswa untuk mengajar. Kemudian susahnya siswa mendapatkan materi secara online yang terkait langsung dengan materi pelajaran meskipun hampir semuanya memiliki gadget.

Menurut Andi Agustan program ini sangatlah penting bagi masyarakat pedalaman khususnya tenaga pendidik yang ada di Bissapu Bantaeng, karena dimasa pandemi yang menuntut untuk belajar secara online. Ia menjelaskan sistem QRC akan memantik guru mata pelajaran lebih fokus dan terarah dalam pengembangan media ajar berbasis literasi digital.

“Saya rasa jelas alasan lain saya memilih program ini untuk diselesaikan karena Indonesia sebagai salah satu memiliki jumlah pengguna internet terbesar di dunia, yang mengalami perkembangan pesat setiap tahunnya. Hasil riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan pengguna Internet di Indonesia 88,1 juta orang tahun 2015, tahun 2016 sudah 132,7 juta pengguna internet dan pada tahun 2017 meningkat sebanyak 132 juta. Pengguna terbesar pengguna internet adalah usia 10-24 tahun, usia tersebut adalah termasuk usia siswa sekolah. Bahkan hasil penelitian Common Sense Media anak usia dua tahun sudah menggunakan berbagai perangkat digital seperti gadget yang digunakan untuk mengakses game tau film” Jelasnya.

“Hal tersebut terjadi karena generasi millenial seperti siswa memiliki keahlian untuk literasi digital, namun belum mengimbangi dengan pemerolehan informasi untuk pengembangan diri siswa, selain itu anak pada dasarnya lebih cepat beradaptasi dengan teknologi dibandingkan dengan orang dewasa, kemampuan tersebut menjadi kebanggan bagi orang tua, maka darinya butuh suatu program yang memang bisa mengarahkan pendidik dan peserta didik untuk penguatan literasi digitalnya” Tambahnya.

Andi Agustan berharap kegiatan Pemberdayaan Kelompok Guru Mata Pelajaran Sosiologi Melalui Literasi Digital Berbasis Quick Response Code ini akan terus dilakukan oleh tim pengabdi dan guru mata pelajaran sosiologi dengan menambah varian literasi digital berbasis QRC, bukan hanya pada buku ajar dan modul mata pelajaran sosiologi namun juga sampai pada LKS siswa, buku referensi, artikel, berita online, blog, youtube, gambar, peta konsep, lagu, video dan lain-lain yang bisa diakses melalui literasi digital berbasis QRC.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *