by

UKM MAPHAN UNM Gelar Seminar Sehari di Kabupaten Takalar

Takalar – Lintaslima.com
UKM MAPHAN UNM bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Takalar melaksanakan seminar bertajuk “Ada Apa dengan Narkoba di Era New Normal?” pada hari Rabu, 4 Agustus 2021 bertempat di Gedung PKK Kabupaten Takalar secara luring dengan protokol kesehatan yang ketat.

Seminar dibuka oleh dr. Asriadi Ali, Direktur RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar mewakili Bupati.


“Bapak bupati sangat menyambut baik kegiatan yang dinisiasi oleh mahasiswa UNM, utamanya UKM MAPHAN, karena tentu saja akan berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Takalar melalui sosialisasi dan edukasi terkait bahaya NAPZA bagi generasi muda yang merupakan asset pembangunan di masa yang akan datang.” ucap Asriadi Ali


Muhammad Kahfi Sofyan (Ketua UKM MAPHAN UNM) menhatakan, Kegiatan seminar ini merupakan rangkaian bakti sosial MAPHAN PEDULI 2021 yang telah berlangsung 10 hari di Kabupaten Takalar.

Selain seminar, kami juga telah melaksanakan sosialisasi bahaya NAPZA di sekolah-sekolah, baik SMP maupun SMA, secara luring dan daring mengingat kondisi zona merah yang dialami Kabupaten Takalar saat ini. Kami juga melaksanakan lomba poster dan lomba cipta baca puisi bagi pelajar.

“entu saja kami menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Takalar yang berkenan menerima dan memfasilitasi kegiatan kami.” tutur Muhammad Kahfi Sofyan

Seminar menghadirkan 3 pembicara, yaitu dr. Hj. Rosita dari Dinas Kesehatan Takalar, Jamaluddin, M.Kes dari BNN Provinsi Sulawesi Selatan, dan Dr. Idham Irwansyah mewakili akademisi, dari Sosiologi UNM.

Hj. Rosita memaparkan dampak penggunaan NAPZA dari aspek kesehatan dan psikis serta gambaran penyalahgunaan NAPZA di Kabupaten Takalar.

Jamaluddin membahas mengenai peningkatan angka peredaran dan penyalahgunaan NAPZA di Sulawesi Selatan, serta modus peredaran yang semakin variatif dan canggih.

Sementara, Idham Irwansyah memaparkan sudut pandang akademisi mengenai peningkatan angka peredaran dan penyalahgunaan NAPZA di era New Normal.


Pilihan untuk mengedarkan NAPZA tentu dengan pertimbangan rasional meraka, kehilangan pekerjaan akibat pembatasan sosial dan tuntutan untuk memenuhi kebutuhan. Perkembangan teknologi informasi juga ikut mendukung, karena barang-barang terlarang ikut menjadi lebih mudah diperoleh.

“Kondisi saat ini yang menuntut orang lebih banyak di rumah kontradiktif dengan fakta meningkatnya penyalahgunaan NAPZA di rumah. Artinya, untuk memiminimalisir penyalahgunaan perlu penguata,” tutup Idham Irwansyah (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *