by

Sebanyak 104 Siswa Prakerin SMKN 4 Soppeng Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Soppeng – Lintaslima.com Sebanyak 104 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Soppeng yang akan melakukan praktik kerja industri (prakerin) telah terlindungi dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Hal ini disampaikan oleh Bapak H. Abdul Kadir, S.Pd.,M.M selaku kepala Sekolah SMK Negeri 4 Soppeng saat kegiatan pelepasan siswa praktik kerja industri di aula SMK Negeri 4 Soppeng, Kamis, 30 September 2021.

“Saya Harap siswa/i untuk menjaga nama baik sekolah dan keluarga ketika melakukan kegiatan prakerin di dunia usaha serta melakakukan kegiatan prakerin ini dengan baik sehingga ketika sudah lulus nantinya sudah siap terjun di dunia kerja.” himbau H. Abdul Kadir, S.Pd.,M.M

Lanjutnya H. Abdul Kadir, S.Pd.,M.M juga menyampaikan bahwa seluruh biaya praktik kerja industri termasuk iuran bpjs ketenagakerjaan ini tidak dibebankan kepada siswa melainkan memakai anggaran dari Dana BOS.

“Dengan adanya perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut, maka seluruh siswa praktik kerja industri dilindungi dari resiko kerja yang mungkin terjadi. Selama proses praktik kerja industri baik itu dalam perjalanan dari dan ke tempat magang mau pun sebaliknya serta perlindungan jaminan kematian kepada seluruh siswa praktik kerja industri tersebut,” jelas Ramli selaku Pps Kepala BPJS Ketenagakerjaan Soppeng,

Ramli menambahkan, keikutsertaan SMK Negeri 4 Soppeng ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dengan BPJS Ketenagakerjaan.

SMK Negeri 4 Soppeng juga menjadi SMK pertama di Kabupaten Soppeng yang telah mendaftarkan siswa/i praktik kerja industri untuk diberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kami menghimbau agar seluruh SMK mendaftarkan siswa/I yang akan melakukan praktek kerja lapangan kedalam program BPJS Ketenagakerjaan, tutup Ramli.

Siswa yang melakukan praktik kerja industri ini terlindungi dalam dua program dari BPJS Ketenagakerjaan yaitu JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian).
Santunan JKK diberikan apabila mengalami kecelakaan kerja terkait pekerjaannya dan seluruh biaya pengobatan dan perawatan akibat kecelakaan kerja ditanggung.

Untuk Santunan Kematian sendiri diberikan kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja sebesar Rp 42 juta.

Hms

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *