by

Diduga Arogan Debt Kolektor Yang Mengaku Wartawan Tarik Paksa Milik Debitur di Jalan

Lintaslima.com Belakangan masyarakat kerap dibuat resah dengan aksi debt kolektor, pasalnya mereka bahkan sampai membuntuti dan mencegat pemilik sepeda motor dengan dalih kendaraan tersebut menunggak cicilan.

Aksi mereka memang meresahkan dan beberapa kali dituding sebagai penipuan, salah satu peristiwa yang terjadi di Jalan Tanjung Bunga Kecamatan Tamalate Kota Makassar, Selasa Pukul 14.00 (05/07/2022).

Salah satu oknum debt kolektor yang mengaku dari PT. KIWAL GARUDA HITAM inisial IF diduga menarik paksa satu unit sepeda motor Yamaha Fino, Nopol DD 2843 YI, milik Asriani.

Saksi bercerita ke awak media inisial SL, sekira pukul 14.00, dirinya berboncengan hendak pulang ke kabupaten Gowa bersama dua rekannya, tiba tiba salah seorang lelaki membuntuti dan langsung mencegat kendaraan yang saya pakai.

” Kagetka! pak, hampirka jatuh karena langsungka, na’serempet. kukira saya mauka dibegal, urai SL ke awak media.

Lanjut SL bercerita, saat dirinya berhasil diberhentikan oleh Oknum debt kolektor, tiba tiba dibelakang menyusul rekan DC sebanyak 10 orang, dan saya langsung diintrogasi dengan bahasa ancaman dengan nada arogan ” eehh serahkan motor itu” tentu dengan bahasa seperti itu saya merasa takut, apalagi saya seorang perempuanja kodong, “jadi saya jawabki, bukan ini motorku pak,” kata SL dengan logat daerahnya.

Terkait peristiwa tersebut Asriani selaku pemilik motor merasa keberatan dengan tingkah laku “debt kolektor” yang diduga menarik paksa motor miliknya ditengah jalan dengan cara arogan dan mengatasnamakan PT KIWAL GARUDA HITAM,

“Saya ini cicil motor di Perusahaan Yamaha, bukan kredit motor di PT KIWAL GARUDA HITAM, kenapa motorku ditarik dengan cara paksa oleh yang mengaku dari PT KIWAL GARUDA HITAM, dan mencurigakan. karena surat tersebut tidak memenuhi unsur persyaratan, Cetus Asriani ke awak media.

Dengan peristiwa tersebut, Asriani selaku pemilik motor berencana akan melaporkan kasusnya ke pihak kepolisian, karena tidak terima motor miliknya ditarik dengan cara paksa dijalan dengan dasar surat penarikan yang mencurigakan, tegas Asriani.

Dilain tempat, Irwan Ferdianto ( debt kolektor ) yang menangani penarikan motor milik Asriani, mengatakan. Bahwa motor yang dia tarik sudah menunggak lama, dari 2018 hingga 2022 baru lima kali bayar, dan motor kredit tersebut sudah terganti dengan plat putih ( Nopol gantung alias bodong ) tentu untuk menghilangkan jejak, kata dia.

Lanjut Irwan Menjelaskan, awal mula penarikan motor terjadi di Mall Grand Tos Jalan Tanjung Bunga, tapi ketika motor mau ditarik pihak security melarang, karena di kuatirkan terjadi keributan didalam areal Mall, usai keluar dari areal Mall, motor tersebut langsung saya pertanyakan, ini motor milik siapa.

“Jadi tidak benar pak’ kami Pepet dia sipemakai unit ( motor red ) dan hampir jatuh, bahasa ini tidak benar dan tidak sesuai fakta yang terjadi di lapangan”, kata Irwan melalui Via Telpon ke awak media.

Jadi penarikan ini kami lakukan dengan cara santai, slow berhenti sama sama dipinggir jalan dan tidak ada permasalahan, jadi tidak benar kami melakukan penarikan motor dengan cara paksa, dan kami lakukan penarikan motor hanya berdua bukan 10 orang tegas Irwan.

“Saya dua orangji pak’ menarik motor, bukan sepuluh orang, yang satunya itu Tim MATEL ( pencari unit lapangan ) jadi tidak benar itu, kalau saya menarik motor sebanyak sepuluh orang dengan cara kasar dan intimidasi,”

Ditanya terkait sertifikat Profesi debt kolektor dan surat fidusia waktu melakukan exsekusi unit, Irwan menjawab dengan tegas bahwa dirinya memiliki ID CARD Profesi dari SPPI , sedangkan surat Fidusia pemakai motor tak berhak melihat itu, karena bukan dia atas nama , yang berhak melihat surat daripada fidusia motor itu hanya pemilik yang atas nama, jadi penarikan unit itu sudah sesuai prosedur, katanya.

Terakhir Irwan Mengatakan, bahwa dirinya juga seorang Wartawan disalah media online yang ada di Kota Makassar, jadi tidak benar apa yang dikatakan Narasumber ke media bahwa dirinya menarik secara paksa unit / motor itu, dan saya juga sudah bertemu dengan wartawan tersebut , yang di hadiri Direktur kiwal dan saya juga sebagai Tim Eksekusi, jadi saya ketemu 4 orang guna luruskan masalah ini, dan terkait penarikan motor yang dilakukan oleh PT KIWAL GARUDA HITAM, itu sudah sesuai prosedur ,karena surat kuasa, dikuasakan ke kami ,. Tutup Irwan

Sumber Timurnews.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.